empty
 
 
22.06.2026 12:50 AM
EUR/USD: Pratinjau Mingguan. Indeks PMI dan IFO, PDB AS, Indeks Core PCE, dan Jalur Negosiasi

Pada pekan mendatang, arah sentimen dalam perdagangan pasangan EUR/USD akan banyak ditentukan oleh agenda geopolitik. Fokus para pelaku pasar akan tertuju pada negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang dijadwalkan dimulai pada hari Minggu di Swiss. Arah pergerakan harga akan sangat bergantung pada dimulainya dialog tersebut dan pernyataan-pernyataan awal dari para pesertanya.

Apabila proses negosiasi benar-benar dimulai, minat terhadap aset berisiko di pasar akan meningkat, yang pada gilirannya akan menopang mata uang Eropa. Sebaliknya, jika pembahasan tersebut kembali menemui jalan buntu, kita akan kembali menyaksikan menguatnya sentimen penghindaran risiko, dengan dolar AS sebagai pihak yang paling diuntungkan.

This image is no longer relevant

Dalam konteks ini, data makroekonomi akan memainkan peran sekunder yang bersifat mendukung, baik dengan memperkuat maupun melemahkan pengaruh faktor fundamental utama.

Geopolitik

Situsinya di sini rumit, pelik, dan sulit diprediksi. Arus informasi berubah dengan sangat cepat, sehingga horizon waktunya secara harfiah hanya beberapa hari, dan terkadang bahkan hanya beberapa jam.

Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Iran pekan lalu menyepakati gencatan senjata penuh selama 60 hari selama proses negosiasi; namun, para pihak tidak berhasil memulai dialog tatap muka karena eskalasi di Lebanon selatan. Selain itu, pada hari Sabtu, Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan Selat Hormuz ditutup sebagai "respons terhadap serangan Israel di Lebanon."

Kendati demikian, jalur negosiasi tetap "hidup." Pada hari Minggu, Wakil Presiden AS Vance tiba di Swiss untuk melakukan pembicaraan dengan perwakilan Iran. Menurut informasi awal, konsultasi antara Washington dan Teheran dijadwalkan dimulai pada Minggu malam dan dapat berlanjut selama beberapa hari, tergantung pada kemajuannya dan kesediaan kedua belah pihak untuk berkompromi. Vance menyatakan bahwa prioritasnya dalam perundingan adalah mencapai kemajuan di bidang nuklir dan mewujudkan gencatan senjata di Lebanon. Perlu dicatat bahwa Iran sebelumnya menuntut agar AS menekan Israel (dalam konteks konfrontasinya dengan Hezbollah dan serangan di wilayah Lebanon), dengan ancaman untuk menarik diri dari negosiasi jika hal ini tidak terjadi. Kompleksitas situasi muncul karena Israel secara formal bukan pihak dalam perjanjian ini, sehingga tetap bebas bertindak.

Apakah para pihak akan mampu mengurai simpul Gordian ini dan mencapai kompromi masih merupakan tanda tanya. Sementara itu, jawaban atas pertanyaan ini akan sangat menentukan arah pergerakan pasangan EUR/USD ke depan. Setiap pernyataan dari peserta proses negosiasi atau perkembangan berita dari Timur Tengah dapat seketika mengubah sentimen pasar dan memicu penilaian ulang tajam terhadap ekspektasi saat ini. Dalam kondisi seperti ini, faktor geopolitiklah yang akan menentukan dinamika permintaan aset berisiko dan aset safe-haven, dan dengan demikian menentukan realokasi modal antara dolar dan euro.

Data Makroekonomi

Seperti disebutkan sebelumnya, laporan makroekonomi akan memainkan peran sekunder; namun, laporan-laporan ini dapat berfungsi sebagai semacam "penguat" pergerakan pasar, memberikan momentum tambahan dan mengonfirmasi atau melunakkan pengaruh pendorong informasi utama.

Pada Selasa, 23 Juni, indeks PMI akan dipublikasikan. Menurut prakiraan awal, indikator Eropa diperkirakan menunjukkan kenaikan yang kecil namun positif. Secara spesifik, manufacturing PMI Jerman diproyeksikan naik dari 50,1 menjadi 50,2. Bagi pembeli EUR/USD, penting agar indikator ini tetap berada di zona ekspansi, yakni di atas level 50. Services PMI Jerman diperkirakan naik pada Juni menjadi 49 poin, dari 48,1 pada Mei. Tren yang serupa juga diantisipasi untuk indeks PMI kawasan Eropa secara keseluruhan: sektor manufaktur diperkirakan naik ke 51,8 (dari 51,6), sementara sektor jasa diperkirakan meningkat ke 48,6 (dari 47,7).

Sehari setelahnya, 24 Juni, indeks IFO untuk Jerman akan dipublikasikan untuk periode Juni. Di sini juga diantisipasi adanya dinamika positif. Indikator iklim usaha diperkirakan naik ke 85,6 (dari 84,9 pada Mei), dan indeks ekspektasi ekonomi diperkirakan meningkat ke 85,0, dari 83,8.

Pertumbuhan yang lebih kuat pada indeks PMI dan IFO dapat memberikan dukungan tambahan bagi euro—namun hanya jika negosiasi antara AS dan Iran berlangsung positif.

Laporan makroekonomi yang paling penting bagi dolar akan dirilis pada Kamis, 25 Juni.

Pertama, kita akan mengetahui estimasi final PDB AS untuk kuartal pertama. Perlu diingat bahwa estimasi awal memberikan kejutan tidak menyenangkan (bagi kubu bullish dolar): setelah estimasi pertama sebesar 2,0%, perekonomian AS direvisi turun menjadi 1,6% year-on-year pada estimasi kedua. Meskipun angka tersebut tetap mencerminkan percepatan dari 0,5% yang lemah pada kuartal keempat tahun lalu, secara keseluruhan dinamika tersebut tidak memenuhi ekspektasi karena penurunan persediaan korporasi dan sedikit pelemahan permintaan konsumen. Sebagian besar analis meyakini estimasi final akan tetap sama dengan estimasi kedua, yakni 1,6%. Jika, berlawanan dengan prakiraan, estimasi final direvisi, laporan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap dolar, dan efeknya akan bergantung pada arah revisi tersebut.

Rilis penting kedua pada hari Kamis adalah core PCE index. Ini adalah indikator inflasi utama di AS. Indeks ini menunjukkan tren naik untuk dua bulan berturut-turut, meningkat menjadi 3,3% year-on-year pada April. Meskipun kenaikan month-over-month melambat menjadi 0,2%, indeks tahunan masih jauh melampaui target 2,0% Federal Reserve, memaksa bank sentral mempertahankan sikap yang cukup hawkish (menurut dot plot yang diperbarui, bank sentral membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada paruh kedua tahun ini). Selain itu, setelah pertemuan Juni, The Fed menaikkan proyeksi pertumbuhan PCE menjadi 3,6%, dari 2,7% yang diperkirakan pada Maret. Core PCE index untuk Mei diprediksi akan tetap berada di level April (3,3%). Setiap pergerakan di atas level ini akan mengonfirmasi kestabilan tren inflasi dan, dengan demikian, mendukung dolar.

Namun, seperti disebutkan di atas, nada pergerakan untuk pasangan EUR/USD terutama akan ditentukan oleh agenda geopolitik. Jika perkembangan selanjutnya bergerak ke arah de-eskalasi, pasangan EUR/USD berpeluang kembali ke kisaran 1,15 dan menguat di atas level resistance 1,1580 (garis tengah Bollinger Bands yang bertepatan dengan garis Kijun-sen pada time frame D1). Sebaliknya, pasangan ini bisa kembali ke area bawah kisaran 1,14 dan mencoba menembus level support 1,1410 (garis bawah Bollinger Bands pada grafik empat jam).

Ringkasan
Urgensi
Analitik
Irina Manzenko
Mulai berdagang
Dapatkan keuntungan dari perubahan nilai mata uang kripto dengan InstaForex.
Unduh MetaTrader 4 dan buka perdagangan pertama Anda.
  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada Juni kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS

Artikel yang direkomendasikan

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback